Rabu, 01 April 2015

Pengantar Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligience)

DEFINISI
Kecerdasan buatan (Artificial Intelligience) adalah bagian ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia bahkan bisa lebih baik daripada yang dilakukan manusia.



Definisi menurut para ahli:

  • Menurut Jhon McCarthy [1956], AI adalah untuk mengetahui dan memodelkan proses-proses berpkir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia.
  • H. A. Simon [1987], Kecerdasan buatan (artificial intelligience) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan intruksi yang terkait dengan pemograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah “cerdas”.
  • Rich and Knight [1991], Kecerdasan buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.
  • Encyclopedia Britannica, Kecerdasan buatan (AI) meruakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merespresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan.
  1. Basis pengetahuan (Knowledge base), berisi tentang fakta-fakta, teori pemikiran & hubungan antara satu dengan lainnya.
  2. Motor inferensi (inferensi engine), kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan pengetahuan.
  •  Kelebihan dari kecerdasan buatan:
  • Kelebihan dari kecerdasan alami:
  • Sistem pakar (expert system), komputer sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar sehingga komputer memiliki keahlian menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki pakar.
  • Pengolahan bahasa alami (natural language processing), user dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan bahasa sehari-hari, misalnya bahasa inggris, bahas indonesia, bahasa jawa, dan bahasa yang lainnya.
  • Pengenalan ucapan (speech recognition), manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan suara.



Cerdas = memiliki pengetahuan + pengalaman, penalaran (bagaimana membuat keputusa & mengambil tindakan), moral yang baik.
Agar mesin bisa cerdas (bertindak seperti & sebaik manusia) maka harus diberi bekal pengetahuan & mempunyai kemampuan untuk menalar.

Ada 2 bagian utama yang dibutuhkan untuk aplikasi kecerdasan buatan:


PERBEDAAN KECERDASAN BUATAN & KECERDASAN ALAMI
Kecerdasan buatan dan kecerdasan alami dapat di bedakan berdasarkan dari kelebihannya.

Kelebihan dari kecerdasan alami
1. Lebih bersifar permanen. Kecerdasan alami bisa berubah karena sifat manusia pelupa, sedangkan kecerdasan buatan tidak berubah selama sistem komputer dan progtam tidakmengubahnya.
2. Lebih mudah diduplikasi dan disebarkan. Mentranfer pengetahuan manusia dari satu orang ke orang lainmembutuhkan proses yang sangat lama dan keahlian tidak akan pernah dapat diduplikasikan dengan lengkap


Kelebihan lainnya:
3. Lebih murah. Menyediakan layanan komputer akan lebih mudah & murah dibandingkan mendapatkan seseorang utuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat lama.
4. Bersifat konsisten dan teliti karena kecerdasan buatan adalah bagian dari teknologi komputer, sedangkan kecerdasan alami senantiasa berubah-ubah.
5.      Dapat didokumentasi. Keputusan yang dibuat komputer dapat didokumentasi dengan mudah dengan cara melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut, sedangkan kecerdasan alami sangat sulit untuk direproduksi.
6.      Dapat mengerjakan beberapa task lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan manusia.

Kelebihan dari kecerdasan buatan:
1.      Kreatif, manusia memiliki kemampuan untuk menambah pengetahuan, sedangkan pada kecerdasan buatan untuk menambah penetahuan yang harus dilakukan melalui sistem yang dibangun.
2.      Memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman atau pembelajaran secara langsug. Sedangkan pada kecerdasan buatan harus mendapat masukan berupa input-input simbolik.
3.      Pemikiran manusia dapat digunakan secara luas, sedangkan kecerdasan buatan sangat terbatas.


BAHASA YANG DAPAT DIGUNAKAN
Program kecerdasan buatan dapat ditulis dalan semua bahasa komputer, baik dalam bahasa C, Pascal, Basic, dan bahasa pemograman lainnya. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya, dikembangkan bahasa pemograman yang khusus untuk aplikasi kecerdasan buatan yaitu LISP dan PROLOG.

SEJARAH KECERDASAN BUATAN
Pada tahun 1950-an, Alan Turing, seorang pionir AI dan ahli matematika inggris melakukan percobaan Turing (Turing Test) yaitu sebuah komputer melalui terminalnya yang ditempatkan pada jarak jauh. Di ujung yang satu ada terminal dengan software AI dan di ujung lain ada sebuah terminal dengan seorang operator. Operator itu tiak mengetahui kalau di ujung terminal lain dipasang softeare AI. Mereka berkomunikasi dimana terminal di ujung memberikan respon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh operator. Dan sang operator itu mengira bahwa ia sedang berkomunikasi dengan operator lainnya yang berada pada terminal lain. Turing beranggapan bahwa jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikasi dengan orang lain, maka dapat dikatakan bahwa mesin trsebut cerdas, seperti layaknya manusia.

KECERDASAN BUATAN PADA APLIKASI KOMERSIAL
Ada beberapa lingkup utama pada kecerdasan buatan, yaitu:
1. Sistem pakar (expert system), komputer sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar sehingga komputer memiliki keahlian menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki pakar.
2. Pengolahan bahasa alami (natural language processing), user dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan bahasa sehari-hari, misalnya bahasa inggris, bahas indonesia, bahasa jawa, dan bahasa yang lainnya.
3. Pengenalan ucapan (speech recognition), manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan suara.

SOFT Computing
Soft computing merupakan inovasi baru dalam membangun sistem cerdas yaitu sistem yang memiliki keahlian seperti manusia pada domain tertentu, mampu beradaptasi dan belajar agar dapat bekerja lebih baik jika terjadi perubahan lingkunagan. Soft computing mengeksploitasi adanya toleransi terhadap ketidaktepatan, ketidakpastian, dan kebenaran parsial untuk dapat diselesaikan dan dikendalikan dengan mudah agar sesuai dengan realita (Prof. Lotfi A Zadeh, 1992).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar